Mahasiswa KKN UNIPA Kembangkan Kandang Babi Ramah Lingkungan di Distrik Momi Waren

MANOKWARI SELATAN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Papua (UNIPA) menunjukkan kepeduliannya terhadap peternakan lokal dengan membangun kandang babi di Kampung Dembek, Distrik Momi Waren, Kabupaten Manokwari Selatan. Kegiatan yang berlangsung pada hari Kamis, 3 Juli 2025, ini berfokus pada penggunaan bahan-bahan alami seperti bambu dan kayu sebagai material utama, menciptakan solusi yang ekonomis dan ramah lingkungan bagi masyarakat setempat.
Sejak pagi hari, para mahasiswa KKN sudah bersemangat memulai pekerjaan ini bersama pemilik rumah, Bapak Dolfinus Ainusi. Lokasi tempat tinggal Bapak Ainusi menjadi tempat yang di tuju untuk membantu meningkatkan kualitas peternakan babi miliknya. Proyek ini tidak hanya sebatas membangun, tetapi juga menjadi ajang pembelajaran dan kolaborasi antara mahasiswa dengan warga kampung.
Tepat pukul 09.00 WIT, tim mahasiswa dan Bapak Ainusi memulai pencarian bahan baku. Mereka menyusuri area sekitar kampung untuk menemukan pohon bambu dan kayu yang cocok. Sebagian mahasiswa bertugas memotong bambu dengan hati-hati, sementara yang lain membersihkan dan merapikan potongan-potongan tersebut agar siap digunakan. Kerja sama yang solid terlihat jelas di antara mereka.
Bukan hanya soal memotong, semangat gotong royong juga terlihat saat proses pengangkutan. Para mahasiswa dan Bapak Ainusi bahu-membahu membawa potongan bambu dan kayu dari lokasi penebangan ke rumah Bapak Ainusi. Jarak tempuh yang tidak dekat tidak menyurutkan semangat mereka. Pemandangan ini menjadi bukti nyata komitmen mahasiswa dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Setelah semua bahan terkumpul di rumah Bapak Ainusi, pekerjaan dilanjutkan dengan merakit kandang. Dengan bimbingan dari Bapak Ainusi yang lebih berpengalaman, para mahasiswa mulai menyusun kerangka kandang. Mereka memanfaatkan pengetahuan yang telah dipelajari di kampus, seperti teknik konstruksi sederhana, untuk memastikan kandang yang dibangun kuat dan aman bagi ternak.
Proses pembangunan kandang babi ini memakan waktu hingga sore hari. Dari pagi hingga pukul 17.00 WIT, para mahasiswa tidak berhenti bekerja. Setiap detail diperhatikan, mulai dari ukuran kandang yang ideal hingga kerapian sambungan-sambungan bambu. Mereka ingin memastikan bahwa hasil kerja keras mereka dapat digunakan secara optimal dan tahan lama.
Kandang babi yang selesai dibangun menggunakan bahan-bahan lokal ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi warga kampung lainnya. Penggunaan bambu dan kayu sebagai material utama menunjukkan bahwa pembangunan yang efektif tidak selalu harus mahal. Inovasi sederhana ini bisa menjadi solusi tepat bagi para peternak babi di daerah pedesaan.
Proyek ini merupakan bagian dari program KKN UNIPA yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa tidak hanya mengaplikasikan ilmu yang mereka dapatkan di perkuliahan, tetapi juga belajar berinteraksi dan bergotong royong dengan masyarakat. Harapannya, kontribusi kecil ini dapat membawa dampak positif yang besar bagi peternakan babi di Kampung Dembek.

Kirim Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin